Friday, February 11, 2011

THE POWER OF FAITH



Sejarah telah mencatat tentang kekuatan pasukan muslimin pada zaman rasulullah dan dilanjutkan zaman khulafaur rasyidin. Hampir setiap pertempuran yang dilalui, kaum muslimin menuai sebuah kemenangan. Kemenangan demi kemenangan mereka raih hingga wilayah kekuasaan kaum muslimin pun semakin hari semakin meluas. Meluasnya wilayah kaum muslimin dapat terlihat jelas pada masa kekholifahan umar bin khotob. Pada zaman umar bin khotob memimpin, kaum muslimin memiliki aramada perang yang sangat tangguh. Bahkan kaum muslimin pun dapat mengalahkan kekuatan besar di zaman itu yaitu romawi dan persia. Beberapa wilayah yang semula berada dalam kekuasaan romawi perlahan tapi pasti berhasil direbut oleh kaum muslimin. Bahkan kekuasaan kaum muslimin pada masa umar mencapai perbatasan cina dan tentunya syam berhasil sepenuhnya bisa kita kuasai.

Dalam pertempuran, jumlah tentara kaum muslimin sering kali lebih sedikit dari pada jumlah tentara lawan. Pada perang badar misalnya. Jumlah kaum muslimin dengan kaum kafir quraisy berbanding 1 banding 3. Namun pada kenyataanya pasukan muslimin pun berhasil memenangkan pertarungan itu. Pada perang tabuk jumlah kaum muslim jauh lebih sedikit dari pada kaum kafir. Perbandingan jumlah mereka sekitar satu berbanding empat. Namun lagi-lagi kaum muslimin dapat memenangkan peperangan tersebut. Tidak kalah hebatnya pada waktu perang khandaq atau disebut juga perang parit. Kaum muslimin mendapat perlawanan dari gabungan kaum kafir, yang bersekutu untuk membumihanguskan penduduk muslim di madinah pada waktu itu. Tidak hanya itu kaum musilimin harus menghadapi orang-orang munafik yang berusaha menusuk dari belakang. Lagi-lagi pertolongan Allah turun dan kaum kafir pun mengalami kekalahan yang sangat telak yang kemudian disusul dengan peristiwa fathul makkah.

Timbul sebuah pertanyaan besar, apa faktor yang menyebabkan kaum muslimin dapat memenangkan setiap peperangan yang dilaluinya. Jika dilihat secara jumlah atau kuantitas tentara yang berperang, jelas kaum muslimin jauh lebih sedikit dari pada musuh. Jika di lihat dari peralatan yang ada, sering kali kaum muslimin memiliki peralatan perang seadanya. Peralatan perang kaum muslimin tidak secanggih peralatan perang musuh. Ini bisa kita lihat pada perang-perang melawan tentara romawi. Pada saat muhammad al fatih menjadi panglima perang dan berhasil merebut konstantin dari romawi, tentara muslim memiliki alat peperangan yang minim. Lantas apa yang membuat mereka begitu gagah di medan pertempuran dan berhasil mendapatkan kemenangan?

Ternyata ada sesuatu di balik kemenangan tentara muslim. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh pasukan musuh, yaitu akidah. Akidah atau yang lebih kita kenal dengan keimanan itulah yang menjadi sumber kekuatan pasukan. Akidah inilah yang mengobarkan semangat untuk senantiasa berjuang menegakkan kalimat allah di muka bumi. Akidah inilah yang membangkitkan motivasi yang kuat, motivasi yang tak akan pernah habis. Akidah inilah yang membuat mereka tidak pernah gentar menghadapi siapapun. Akidah inilah yang menyebabkan pasukan muslim rela mengorbakan jiwa dan raganya.

Bersumber pada akidah atau keimanan atau faith ini para sahabat rasulullah mencetak prestasi gemilang di masanya. Dengan faith inilah lahir sifat-sifat khas kaum muslim. Dari faith ini lahir motivasi yang kuat,keberanian yang sejati,dan cita-cita yang tinggi. Motivasi para sahabat ketika berangkat ke medan pertempuran adalah pulang membawa kemenangan atau menjemput kesyahidan. Mereka yakin bahwa tidak ada keburukan yang akan mereka terima ketika mereka berjuang membela islam. Setidaknya 1 diantara dua kebaikan di atas akan mereka raih. Dari motivasi ini lahir sebuah keberanian atau As-Saja’ah. Mereka tidak takut oleh apa pun. Bahkan sesuatu yang bagi musuh adalah hal yang paling menakutkan yaitu kematian,tidak membuat mereka gentar. Kematian malah merupakan cita-cita pasukan muslim. Sehingga dari faith inilah perlahan tapi pasti mereka memperoleh kemenangan demi kemenangan.

Begitulah generasi terbaik umat manusia menghadapi peperangan demi peperangan. Mereka senantiasa membawa keimanan dimanapun kapanpun dan dalam kondisi apapun. Bekal mereka hanya satu yaitu yakin kepada Allah SWT. Mereka yakin bahwa perjuangan yang mereka lakukan pasti akan mendapatkan balasan yang indah. Mereka yakin Allah akan menepati janjinya yaitu memberikan surga kepada siapa saja yang membela agama Allah. Mereka yakin bahwa Allah akan senantiasa memberikan pertolongan ketika hambanya berada dalam kesulitan. Mereka yakin akan senantiasa diberi kemudahan di setiap rintangan yang mereka hadapi.

Umat muslim tidak pernah berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka selalu berpikir positif atas segala keputusan yang Allah berikan. Apa pun yang Allah berikan, mereka terima dengan lapang dada. Bahkan ketika sebuah musibah menimpa mereka, mereka menerimanya dengan lapang dada. Mereka mengambil hikmah dari setiap musibah yang mereka hadapi. Mereka tidak pernah mengeluh atas apa yang menimpanya. Mereka senantiasa ridho atas ketentuan Allah. Mungkin bagi sebagian manusia itu sesuatu yang buruk, namun mereka yakin itulah yang terbaik yang diputuskan Allah untuk hambanya.

Sahabat, begitulah generasi terbaik umat manusia menghadapi kehidupan. Sudah semestinya kita mencontoh apa yang mereka lakukan. Faith atau keimanan harus tetap kita jaga dalam hati kita. Jangan pernah sekalipun melepaskan keimanan dalam diri kita. Karena itu adalah sumber kekuatan yang kita miliki. Karena keimanan itulah sumber motivasi sejati yang tak akan pernah habis. Faith inilah yang akan menjadi energi kita dalam menghadaopi persoalan.

Sahabat, jika pada zaman rasulullah mereka diuji dengan peperangan mereka berbekal keimanan. Maka pada masa kini umat manusia tidak diuji lagi dengan masalah peperangan fisik. Jika kita analogikan perjuangan yang dilakukan para sahabat rasul dengan ujian yang kita alami sekarang,maka keimanan itulah yang akan menyelesaikan ujian yang kita hadapi. Generasi terbaik menjadi generasi pemenang dengan keimanan. Jika kita ingin memenangkan setiap permasalahan hidup yang kita hadapi, jika kita ingin menjadi pemenang dalam setiap ujian hidup kita, maka mutlak bagi kita untuk senantiasa berbekal keimanan.

Yakinlah bahwa Allah akan senantiasa memberikan kemudahan di setiap kesulitan yang kita terima. Yakinlah bahwa segal hal yang menimpa kita itu adalah keputusan yang terbaik. Kadang kala Allah memberikan keputusan yang menurut kita kurang baik, namun ketahuilah bahwa itu adalah yang terbaik untuk kita. Barangkali tidak setiap doa yang kita panjatkan langsung dikabulkan oleh Allah. Karena allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan setiap apa yang kita minta. Namun harus yakin bahwa sesuatu yang kita panjatkan pasti akan allah berikan, kapan waktunya???itu yang kita tidak tahu.

Jadi jangan pernah menyerah menghadapi hidup. Karena hidup adalah rangkaian perjuangan. Karena inti dari hidup adalah menyelesaikan masalah. Jangan pernah hidup jika takut menghadapi masalah. Karena sesungguhnya masalah itu ada untuk mendewasakan kita. Jadikanlah keyakinan, faith,keimanan kepada Allah sebagai bekal utama untuk menghadapi setiap permasalahan. Jangan ragu jika ingin memohon pertolongan kepada Allah, karena Allah lah satu-satunya tempat memohon,,,,
SO JADILAH PEMENANG……JANGAN PERNAH BERHENTI BERJUANG
Purworejo, 9 Februari 2011
Faiziin