Tuesday, July 24, 2012

Tingkatan Khusyu’

ibnul qoyyim al jauziyah dalam al wabiluush shayib berkata: manusia dalam solat ada 5 tingkatan

1. dholim terhadap dirinya sendiri yaitu orang yang tidak memperhatikan, wudhu, waktu solat, syarat dan rukunnya. Solat seperti ini berhak mendapatkan sanksi.

2. menjaga waktunya, syarat dan rukunnya, hanya saja dipengaruhi was-was syaithon dan tidak berjuang untuk melwannya. solat seperti ini ditimbang amal solatnya

3. solat yang menghapus dosa: menjaga wudhu, waktu dan syarat rukunnya, berusaha menghilangkan was-was dalam dirinya, sehingga ia konsentrasi agar solet tidak kecolongan dan ia tettap dalam keadaan itu hingga usai solatnya.

4. solat berpahala : menyempurnakannya hingga tenggelam bersama solat sehingga sesuai dengan yang dimaksudkan

5. solatnya menjadikan wasilah dekatnya  hamba dengan Allah. jika dapat muroqobah/ ihsan dalam solatnya, merasakan kehadiran allah melihat keagungan Allah ke Maha BesaranNya maka solatnya itu lebih baik dari pada bumi langit seisinya.

langkah-langkah menuju khusyu’

1. Hadirnya hati saat solat

2. memahami makna yang dibaca

3. merasakan keagunganNya

4. merasakan kehadiranNya

5. berharap rahmat dan ampunanNya

6. pandangan ke tempat sujud, karena hati mengikuti pandangan

7.  memahami tujuan solat

Urgensi khusyu dalam solat

Pembahasan ini dikembangkan dari tafsir surat almukminun.

dalam surat albaqoroh ayat 238 :

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.”

berdasarkan ayat ini maka ulama berpendapat khusyu bermakna wajib. Imam al ghozali, dan madzhab imam syafi’I juga mewajibkan. namun imam nawawi mengatakan bahwa khusyu’ tidak wajib. Solat khusyu’ bertujuan agar tercapai maksud dan tujuan shalat.

“ Sungguh seorang hamba ketika ia usai melaksanakn solatnya dan tidak ditulis baginya dari pahala solatnya kecuali separo sepertiga sepeempat seperlima seperenam seper tujuh seper delapan sepersembilan seper sepuluh” HR. abu Dawud, an-Nasa’I, At-Tirmidzi dan ibnu majah

Hadis di atas menjelaskan tentang pentingnya solat khusyu. Pahala seseorang dalam solat tergantung pada kekhusyuannya dalam solat.

Macam-macam khusu’

1. khusyu’ dzohir : tennagnya fisik, thuma’ninah dan sempurna pada setiap gerakannya. artinya pada saat solat tidak terlalu banyak gerakan yang dilakukan selain gerakan solat.

2. khusyu’ hati : hadirnya hati saat solat dan kesadarannya bahwa ia sedang berdiir di hadapan Allah SWT.

3. khusyu’ ruh : interaksi dengan Allah melalui Doa, dzikir dan ayat-ayat yang dibaca. pada saat solat orang benar-benar menghayati bacaan dalam solatnya sehingga terjadi koneksi antara kita dengan Allah SWT.

4. jiwa : tunduk dan patuh terhadap Allah, mengikuti setiap gerakan fisik,misal: fisik sujud,jiwa pun ikut sujud. karena sejatinya solat tersebut menahan hawa nafsu yang ada dalam pikiran manusia. maka pada saat solat semua nafsu harus ditundukkan

5. lisan : tartilnya bacaan ayat-ayat Alquran, doa serta dzikir. Membaca alQuran wajib hukumnya dengan tartil. Bacaan quran terbaik adalah diwaktu solat, oleh karena itu membaca dengan tartil sangat diutamakan.

Keutamaan Khusyu’ dalam Solat

surgasolat khusyu’ adalah harapan setiap mukmin. di sana terdapat kelezata, kenikmatan, mi’raj Nya jiwa bertemu dengan Allah. dengan khusyu’ dalam salatnya seorang mukmn layak mendapatkan surga tingkatan tertinggi yaitu AL Firdaus. Hal ini mengisyaratkan bahwa balasan itu setara dengan tingkatan amal. semakin besar pahal maka semakin berat amal tersebut. maka perlu mujahdah dalam amal tersebut. maka solat khusyu’ sesungguhnya sangat berat. 

1.  Pahala yang besar

dalam surat al Ahzab 35 :

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

2. tanda bagusnya iman

”. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(al baqorah 45-46)

3. makna menjaga solat

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.(albaqoroh 238)

Wednesday, July 18, 2012

5 Kiat Menghadapi Ujian Hidup


Tulisan ini terinspirasi dari ceramahnya teh Ninih,tentang jodoh. Namun semoga tidak salah jika saya men-generalisirnya. Jika ada yang salah dengan senang hati menerima kritik yang membangun.

Seseorang dalam hidupnya pasti sering mengalami ujian atau cobaan. Bahkan setiap hari hidup seseorang dipenuhi dengan ujian. Selesai ujian yang satu muncul ujian yang lain, begitu seterusnya. misalnya seorang yang lulus ujian nasional SMA mereka memiliki masalah baru yakni, mereka harus ikut ujian lagi untuk bisa masuk ke perguruan tinggi. Setelah berhasil masuk perguruan tinggi mereka dapat ujian lagi, yaitu mereka harus mengikuti mata kuliah selama 8 semester, setiap semester ada ujiannya pula. Di semester akhir mereka harus membuat skripsi sebagai syarat kelulusan. Belum selesai sampai di situ, jika dia berhasil lulus maka dia akan menanggalkan gelar mahasiswanya dan menyandang gelar baru. Nah gelar barunya ini tergantung pelakunya, klu dia masih nganggur berarti jadi pengangguran, namun klu dia langsung bekerja maka sudah tentu dia jadi pekerja,,jika diteruskan lagi kayaknya tidak selesai. Sampai ajal menjemput baru selesai semua masalah di dunia.

Begitulah kehidupan manusia yang penuh dengan onak dan duri. Penuh dengan tantangan,ujian,cobaan dan perjuangan. Tidak ada hidup manusia yang mulus tanpa ada masalah. Ketika ada manusia yang hidup tanpa masalah kemungkinan dia adalah masalah itu sendiri. Karena manusia hidup di dunia pada hakikatnya adalah menyelesaikan masalah. Oleh karena itu dibutuhkan sikap yang tepat dalam setiap masalah yang kita hadapi. Jangan sampai kita kalah dengan masalah dan menyerah terhadap masalah.
Penyikapan yang tepat terhadap suatu masalah akan berefek positif terhadap diri. Diri ini akan menjadi lebih dewasa, lebih bijaksana dan lebih arif manakala mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik. Kelas kita sebagai seorang manusia akan meningkat, kita akan menjadi manusia-manusia yang tahan uji, tangguh dalam setiap rintangan yang dihadapi. Sudah kita tahu bahwa orang-orang besar lahir dari ujian-ujian yang besar pula. Nabi-nabi yang diutus oleh Allah ke dunia ini, mendapat ujian yang teramat besar. Namun mereka mampu melampauinya, hingga mereka menjadi orang-orang yang mulia di sisiNya. Ulul azmi adalah nabi-nabi pilihan diantara 25 nabi yang diceritakan dalam alquran. Mereka menjadi istimewa karena mereka mampu bersabar dalam menghadapi setiap ujian yang dialami. Dalam rangkan meneladani mereka berikut 5 hal yang bisa kita lakukan agar kita sukses dalam menghadapi masalah hidup kita.




1. Khusnudhon
Khusnudhon adalah berbaik sangka. Berbaik sangka di sini yang paling utama kita tujukan kepada Allah SWT. Bahwa setiap masalah yang kita terima,setiap ujian yang kita jalani adalah demi kebaikan kita. Pasti Allah mempunyai jalan yang lebih indah dari yang kita bayangkan. Walaupun kelihatannya terjal namun siapa sangka allah menyediakan keindahan di akhir perjalanan terjal ini.

Ujian yang diberikan kepada Allah kepada hambanya, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Allah tidak pernah menguji suatu kaum dengan sesuatu yang melebihi kemampuan kaum tersebut. Allah paling tahu keadaan hambaNya. Pasti allah menghendaki kebaikan dari hambaNya. Yakinlah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
Lihatlah dalam surat alam nashrah ini:

5. Karena Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

Allah mengiri kemudahan dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Jadi diantara kesulitan dan kesukaran hidup yang kita hadapi ternyata allah menyediakan kebaikan di dalamnya. Bahkan allah menyediakan kebaikan yang jauh lebih banyak dari pada kesulitan itu sendiri.

Oleh karena itu jangan pernah merasa allah tidak adil kepada kita. Jika allah saja tidak adil lantas siapa yang bisa lebih adil dari pada allah. Jangan pernah berpikiran bahwa allah tidak sayang kepada kita. Jika allah tidak sayang lantas siapa yang lebih menyayangi dari pada Yang Maha Menyayangi. Yakinlah bahwa permasalahan hidup adalah sarana pendewasaan, dan pendekatan kita kepada Allah.

2. Istighfar/bertaubat
Ketika kita sedang dirundung masalah, maka perbanyaklah istighfar. Mohon ampun kepada Allah, bertaubat kepada ALLAH. Barangkali ujian dan masalah yang menimpa kita karena kemaksiatan yang kita lakukan. Mungkin kita sering menyakiti hati orang, kurang berbakti kepada orang tua, menyepelekan solat, sering bolong solatnya, sering telat solatnya, sering melihat yang diharamkan ALLah, sering berbicara kotor, sering nguping dan masih banyak lagi. Boleh jadi masalah yang Allah berikan kepada kita sebagai warning kepada kita supaya kita kembali kepada jalan yang benar. Oleh karena itu memperbanyak taubat dan istighfar adalah jalan yang terbaik bagi orang-orang yang berdosa.
Allah menjanjikan kebaikan bagi orang-orang yang bertaubat dalam surat nuh ayat 10-12

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan Menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia Memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

telah kita saksikan bersama bahwa allah menjanjikan kebaikan dan imbalan bagi orang-orang yang mau bertaubat kepada Allah. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita memperbanyak istighfar, bertaubat kepada Allah agar allah mengampuni dosa-dosa yang kita lakukan dan melimpahkan kebaikan untuk kita. Kita sangat berharap bahwa ujian yang allah berikan ini akan membawa kita kepada kebaikan dan kemuliaan di sisi allah SWT.

3. Menambah ketaatan kepada Allah SWT
Ketika ujian hidup melanda ketenangan hidup kita terusik. Sebagian besar waktu kita tersita untuk memikirkan masalah. Tidur jadi tidak nyenyak, makan jadi tidak enak. Bahkan masalah ini menjadi hantu yang senantiasa menghantui hidup kita. Kita terbelenggu oleh masalah kita sendiri.

Dari pada kita disibukkan memmikirkan masalah, jauh lebih baik bagi kita untuk menyibukkan menambah ketaatan kepada Allah SWT. Mungkin solat fardhunya bolong-bolong, kita penuhi 5 waktu full. Yang masih solat sendiri di rumah, ditingkatkan untuk solat berjamaah di masjid. Mungkin jarang solat sunnah, mulai digiatkan lagi solat sunnah. Hal itu jauh lebih baik buat kita ketimbang terbelenggu dalam masalah kita.
Ketika kita menambah ketatan kita, semoga kita menjadi hamba yang disayang Allah SWT. Ketika kita menjadi hamba kesayangan Allah hidup ini akan menjadi mudah, jalan semakin terarah, aktivitas jadi barokah, masalah pun akan musnah. So never give up tambah ketaatan kepada Allah.

4. Jangan Menyendiri
Menyendiri bukanlah cara yang tepat untuk menghadapi masalah. Alih-alih untuk menyelesaikan masalah malah bisa bertambah masalah dengan menyendiri. Setan akan mudah menggoda orang yang berada dalam kesendirian. Ketika sendiri orang cenderung melamun, disitulah setan dengan mudahnya menggoda manusia. Pikiran-pikiran buruk pun dibisikkan ke pikiran. Akibatnya orang bisa frustasi dan bisa lebih parah lagi bunuh diri.

Pada dasarnya ketika orang mempunyai masalah, mereka memerlukan wadah untuk mencurahkan segala permasalahannya. Salah satu caranya dengan curhat. Cerita tentang permasalahan yang dihadapi kepada sahabat atau orang-orang bijak, dapat meringankan beban yang kita alami. Selain itu ketika kita berkumpul dengan yang lain, akan sedikit menghibur dan melupakan sejenak kepenatan yang ada dalam diri. Yang paling penting kita berkumpul dengan orang yang soleh agar senantiasa kita ingat kepada Allah dan senantiasa saling mengingatkan dalam kebenaran. Secara tidak langsung ini akan manjaga diri kita dari keterpurukan.

5. Doa
Yang terakhir ini adalah langkah yang terpenting dan senantiasa mengiringi setiap aktivitas. Doa tidak hanya kita panjatkan sewaktu kita mendapat masalah, namun setiap desah nafas penuh dengan doa. Apalagi jika kita mendapatkan masalah. Seudah selayaknya kita berdoa kepada Allah agar senantiasa diberi kesabaran untuk menjalani cobaan. Jangan minta untuk diringankan beban, namun mintalah dikuatkan pundaknya agar kuat menanggung semua permasalahan hidup.
Allah yang memberi masalah(cobaan), Allah pula yang memberikan solusi. Maka mintalah solusi kepada Allah.
“ ya allah tidak ada yang mudah kecuali yang engkau buat menjadi mudah, dan Engkaulah yang menjadikan sesuatu yang suilit menjadi mudah”

Allah suka kepada hambanya yang suka berdoa.

Allahu a’lam bi showab...

FAIZIIN
Yogyakarta, 18 juli 2012