Pembahasan ini dikembangkan dari tafsir surat almukminun.
dalam surat albaqoroh ayat 238 :
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.”
berdasarkan ayat ini maka ulama berpendapat khusyu bermakna wajib. Imam al ghozali, dan madzhab imam syafi’I juga mewajibkan. namun imam nawawi mengatakan bahwa khusyu’ tidak wajib. Solat khusyu’ bertujuan agar tercapai maksud dan tujuan shalat.
“ Sungguh seorang hamba ketika ia usai melaksanakn solatnya dan tidak ditulis baginya dari pahala solatnya kecuali separo sepertiga sepeempat seperlima seperenam seper tujuh seper delapan sepersembilan seper sepuluh” HR. abu Dawud, an-Nasa’I, At-Tirmidzi dan ibnu majah
Hadis di atas menjelaskan tentang pentingnya solat khusyu. Pahala seseorang dalam solat tergantung pada kekhusyuannya dalam solat.
Macam-macam khusu’
1. khusyu’ dzohir : tennagnya fisik, thuma’ninah dan sempurna pada setiap gerakannya. artinya pada saat solat tidak terlalu banyak gerakan yang dilakukan selain gerakan solat.
2. khusyu’ hati : hadirnya hati saat solat dan kesadarannya bahwa ia sedang berdiir di hadapan Allah SWT.
3. khusyu’ ruh : interaksi dengan Allah melalui Doa, dzikir dan ayat-ayat yang dibaca. pada saat solat orang benar-benar menghayati bacaan dalam solatnya sehingga terjadi koneksi antara kita dengan Allah SWT.
4. jiwa : tunduk dan patuh terhadap Allah, mengikuti setiap gerakan fisik,misal: fisik sujud,jiwa pun ikut sujud. karena sejatinya solat tersebut menahan hawa nafsu yang ada dalam pikiran manusia. maka pada saat solat semua nafsu harus ditundukkan
5. lisan : tartilnya bacaan ayat-ayat Alquran, doa serta dzikir. Membaca alQuran wajib hukumnya dengan tartil. Bacaan quran terbaik adalah diwaktu solat, oleh karena itu membaca dengan tartil sangat diutamakan.
No comments:
Post a Comment